Mengenai Saya

Foto saya
bukanlah siapa-siapa, cuma cewek biasa, yang berusaha untuk menjadi yang terbaik buat semua orang, Allah, dan negara tercinta Indonesia..

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Aduhainya, Remaja Sekarang !

“Punten Ibu, Permisi ..”
Seorang gadis mengenakan kain batik membungkuk ketika melewati ibu-ibu yang sedang duduk mengobrol di teras depan rumah. Ibu-ibu itu terlihat tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kearah gadis tersebut.
……………
Bayangan kala aku berumur 5 tahun terputar jelas diingatanku. Kawan sebayaku bermain di halaman rumah, bermain gaplek, kejar-kejaran. Kadang ada yang menangis karena kalah, atau melompat-lompat kegirangan karena menang. Akh, rasanya baru kemarin aku menangis karena jatuh dibuat kawanku.

Ketika malam, biasanya yang bersinar hanyalah lampu jalan dan sinar bulan yang tak henti berpijar. Waktu itu , setelah lewat jam 9 malam , jalan rumah depan terlihat sepi. Pintu-pintu rumah tertutup rapat, terlihat dari jendela luar para anggota keluarga duduk sambil menonton televisi, terdengar lirih tawa mereka dari luar rumah.

Kini usiaku bertambah, tak lagi 5 tahun. Bukan saja aku, ternyata zaman ini pun ikut berubah, kawan. Bumi yang kita rasa sepertinya diam saja ternyata berputar walau hanya pada porosnya, apalagi zaman ini.

Aku rasa, memang perubahan selalu dibutuhkan. Sesuatu yang monoton juga terasa basi. Karena zaman yang berubah, maka manusianya pun ikut berubah. Yah inilah yang disebut proses keseimbangan, kawan. Semua saling berhubungan dan terkait satu sama lain. Perubahan itu penting. Tidak peduli akibatnya buat semua menjadi lebih baik ataupun kebalikannya, semakin buruk ! Entahlah …

Kawan, izinkan aku menceritakan sedikit tentang kehidupanku sekarang. Aku masih tinggal di tempat yang sama, dilingkungan yang sama, tetanggaku juga masih sama saat aku berumur 5 tahun, bahkan barang-barang yang ada dirumahku pun belum berubah tata letaknya. Tapi tidak dengan keadaannya, sungguh zaman sudah merubahnya. Dengan berat hati aku katakana bahwa zaman sekarang sudah edan, kawan !

Aku bisa memberi contoh padamu, kawan. Kalau sekarang malam jauh lebih panjang, lebih terang dari malam-malam tahun kemarin. Lampu warna-warni menghiasi jalan. Dan jalan-jalan tak pernah terpisah dari deru kendaraan, baik itu pagi, siang terik, bahkan dini hari yang dingin. Rasanya kota tak pernah mati, ada saja kegiatan yang dilakukannya. Selalu saja ada keramaian pada setiap saat. Aku memberikan jempol untuk sang zaman yang telah merubah yang merubah gelap menjadi terang, yang sepi menjadi lebih ramai.

Tapi bukan itu saja yang ingin aku ceritakan, kawan. Aku tak ingin menceritakan zaman sekarang, aku ingin mnceritakan tentang aku. Tentang aku yang hidup pada zaman ini, tentang aku yang telah terombang-ambing oleh gelombang zaman ini, tentang aku dan manusia seperti aku lainnya. Remaja tanggung, yang berderai tawanya kala hatinya riang, marah ketika ia dilarang, dan menagis bila ia ditinggalkan.

Pertama yang harus kau tahu kawan, rasa hormat kepada orang yang lebih tua bisa dibilang hampir sudah tidak ada. Ini termasuk penyakit yang menyerang siapa saja, tapi paling sering menyerang remaja-remaja yang ada pada zaman ini, mungkin salah satunya aku. Zaman sekarang memasak remaja menjadi lebih bebas dalam segala hal, bebas memilih, bebas juga dalam bertindak. Dengan rempah-rempah teknologi yang ditumbuk menjadi satu membuat remaja menjadi lebih gurih untuk menjadi santapan sang zaman setiap waktunya.

Membungkukkan sedikit badannya saja saat lewat di depan orang yang lebih tua sudah menjadi kebiasaan yang langka pada zaman ini, kawan. Tak heran para aku pada umumnya, mereka dengan santai melenggangkan kakinya sambil sesekali tertawa bersama temannya di depan orang yang lebih tua. Oo Tuhan, sungguh miris aku melihatnya.

Padahal kalau mereka sering melakukannya, mereka akan tahu bagaimana kenikmatannya. Aku sungguh-sungguh kawan, kau tak percaya ? aku sudah mencobanya sendiri. Kau harus hati-hati, karna tingkah laku tersebut akan membuatmu ketagihan. Bila kau sekali telah mencobanya dan berhasil, maka aku menjamin kau akan mengulanginya lagi, bahakan mencari-mencari alasan untuk agar bisa melakukannya.

Aku beritahu kenikmatannya. Saat kau memberi hormat pada orang yang lebih tua, ketika kau berjalan dihadapannya, atau kau tambahkan juga “ Permisi Ibu, Bapak..” Maka aku yakin , senyuman manis akan kau dapatkan dari mereka para sang tua, bahkan mereka akan menjawab “Ekh iya, iya. Silahkan Nak…” . Wuih, aku jamin kau akan senang mendengarnya, walaupun mereka tak kenal siapa mereka, dan mereka tak kenal siapa kau. Namun penghormatanmu pada mereka, telah mengenalkanmu pada mereka. Dan aku yakin, mereka pasti berpikir kau adalah anak baik-baik !

Aku mengkhayal, bila setiap dari para aku

Remaja sekarang telah mencapai puncak kebebasannya. Mereka sekarang sudah dibebaskan untuk memilih apapun yang diinginkannya, bebas untuk melakukan apa saja. Kau tahu kawan, tidak heran lagi remaja sekarang keluar pada malam hari, baik itu cowok ataupun cewek. Hanya untuk sekedar bertemu dengan teman sebayanya, berkumpul, duduk di cafĂ©, tertawa sambil sesekali menyeruput minuman gelas yang dipesannya. Oh Tuhan …

Masih ada versi lainnya, kawan. Kadang mereka juga keluar untuk pergi menonton film bersama di bioskop, membeli popcorn , tak lupa segelas soft drinknya. Pada hari minggu biasanya, tapi ada juga pada hari biasa. Sehabis pulang sekolah, ngumpul di gerbang atau halaman sekolah , dengan sepeda motor, mobil, atau angkutan umum bahkan mereka secara berkelompok pergi bersama ke bioskop.

to be continued ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS